Pertama Kali Berkunjung, Mensos Tantang BLBI "Abiyoso"

  • Pertama Kali Berkunjung, Mensos Tantang BLBI "Abiyoso"
  • 161462201_142336204451620_5553519868132831336_n
  • 161478041_752843372038837_112933978868998362_n
  • 161557632_276056450797283_3125525317981598804_n
 
Cimahi (18/03/2021) - Sebagaimana imbauan Mentri Sosial, Tri Rismaharini, bahwa semua balai milik Direktorat jenderal  Rehabilitasi Sosial-Kementerian Sosial RI  perlu memiliki Sentra Kreasi Atensi (SKA), Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) "Abiyoso" di Cimahi pun tengah menyiapkan diri. Dalam rangka tersebut, Risma menyempatkan diri memantau langsung persiapan SKA BLBI "Abiyoso" pada Kamis, 18 Maret 2021.
Direncanakan, SKA BLBI Abiyoso akan mencakup Studio Atensi, Podcast Abiyoso, Bioskop Berbisik, layanan pijat (Massage dan shiatsu), dan budidaya tanaman hidroponik. Pada tahap awal, baru studio Atensi, Podcast Abiyoso, dan Bioskop Berbisik yang telah mulai berjalan. Berikut informasi terkait ketiga kegiatan tersebut:
 
1. Studio Atensi
    Studio Atensi bertujuan Menampung berbagai kreatifitas seni para penyandang disabilitas musik (Dapur rekaman musik). Semua kreasi seni tersebut akan diunggah ke channel youtube Studio Atensi untuk dimonetisasi sehingga dapat menghasilkan uang yang akan diberikan kepada Penyandang Disabilitas pemilik kreasi (tallent).
2. Podcast Abiyoso berisikan obrolan hangat, santai, menarik dan tentunya juga bermanfaat. Membahas seputar literasi, literasi, braille, penyandang disabilitas, serta sisi lain dari dunia pemerintahan dan informasi menarik. Jadi podcast ini akan memberikan informasi, edukasi juga hiburan.
3. Bioskop berbisik
   Bioskop Berbisik merupakan layanan hiburan edukatif bagi disabilitas netra, berisi Pemutaran film, dan peserta akan didampingi oleh relawan 'pembisik' yang akan membantu mendeskripsikan situasi visual dalam film secara verbal.
 
Sebelumnya, Mensos telah meresmikan SKA di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis (BRSEGP) Pangudi Luhur, Bekasi, dan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini, Temanggung. Program SKA bertujuan mendukung kemandirian ekonomi para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) agar dapat memperoleh penghidupan yang layak.

 aku yang ngisi. Yang penting sehari sebelumnya aku dikasih bahannya biar aku pelajari dulu."
 
Tantangan ini akan jadi pemacu semangat bagi BLBI “Abiyoso” untuk terus berinovasi. Optimisme perlu terus dibangun demi kemajuan literasi PDSN di seluruh Tanah-air.

Sebagai salah satu UPT milik Kementerian Sosial, BLBI "Abiyoso" memiliki peran strategis tidak hanya terkait refungsionalisasi sosial PPKS, melainkan edukasi, terkhusus edukasi Braille. Dengan produk literasi berupa buku braille, Kitab Suci braille, kalendar braille, majalah Braille (Gema Braille), Digital Talking Book (buku audio), dan aplikasi Audio Mobile Library, PPKS, terutama Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (PDSN) dapat terjamin haknya untuk memperoleh informasi. Bukan sekadar informasi, tetapi informasi yang relevan dan bermanfaat.
 
Selain itu, PDSN juga sangat terbantu dalam hal peningkatan kemampuan literasi. Melalui layanan literasi berupa bimbingan teknis bidang baca/tulis Latin dan Arab Braill serta bidang teknologi informasi, BLBI "Abiyoso" berperan penting meningkatkan kapasitas PDSN untuk dapat mengakses bahan bacaan dan informasi dari berbagai sumber dan dalam beragam format.
Layanan literasi yang diberikan BLBI "Abiyoso" tidak sebatas ketrampilan baca/tulis dan teknologi, melainkan juga yang bersifat hiburan edukatif dalam bentuk Bioskop Berbisik dan Story Telling.                                  
Tak hanya menghasilkan produk dan layanan literasi, BLBI "Abiyoso" juga mengambil peran sebagai destinasi wisata edukasi braille. Dengan berkunjung ke BLBI "Abiyoso", masyarakat dapat memiliki pengalaman empiris tentang literasi braille. Selain dapat menyaksikan langsung proses produksi bahan bacaan berformat braille dan audio, pengunjung juga dapat menelusuri perpustakaan braille, museum braille, dan memanfaatkan layanan internet gratis menggunakan komputer bicara (komputer yang telah diinstal peranti pembaca layar).
 
Dalam kunjungan pertamanya ke BLBI "Abiyoso", Mensos Tri Rismaharini berpesan agar produk literasi BLBI "Abiyoso" lebih fariatif, baik dari aspek format maupun penyajiannya. "Kita harus mau berubah. Tidak perlu harus sempurna, yang penting bisa berjalan dulu."
Selain itu, Risma juga menantang pihak BLBI "Abiyoso"  untuk membuat stasiun televisi dan radio dalam waktu satu bulan.


Bagikan :

Tambahkan Komentar Baru

 Komentar Anda telah berhasil dikirim. Terima kasih!   Refresh
Kesalahan: Silakan coba lagi